Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye
Menyusuri Aliran Romantika Sungai Kapuas
Kisah Lainnya karya Ariel. Lukman. Uki, Reza, David Noah
Mimpi yang Sempurna Menyempurnakan Kisah Lainnya
Jatuh dari Cinta karya Benny Arnas
Keindahan Jatuh dari Cinta
Kereta Tidur karya Avianti Armand
Membaringkan Imajinasi di Kereta Tidur
Karyaku Termaktub Dalam Buku Antologi
Cerpen&Puisi Perdana Termaktub dalam Buku Antologi
Rabu, 10 Desember 2014
Selasa, 09 Desember 2014
Minggu, 07 Desember 2014
The Heirs; mahkota kekayaan, ketenaran, atau cinta?
Sebagai penulis Kim Eun Sook juga berhasil menyampaikan benang merah dalam cerita ini bahwa hidup harus memilih dan kita harus menanggung pilihan kita. Pada saat Tan memutuskan kembali ke korea ia mengumpulkan tugas esainya. Isi esai itu "ia yang hendak mengenakan mahkota, mengemban mahkota"
Dan Kim Tan melangkah penuh keyakinan untuk pulang ke Korea, setelah mengumpulkan tugasnya. Llau bergumam dalam hati "Ia yang hendak mengenakan mahkota, harus menahan beban dari mahkota itu"
Kemudian di episode terakhir, guru Kim Tan mengirimkan buku tugasnya itu dan menuliskan pertanyaan di bawah tulisan Tan: "Mahkota seperti apa yang kau coba kenakan? Apakah mahkota kekayaan, ketenaran, atau cinta?"
Kim Won yang berhasil mencapai impiannya. Memunyai kekuasan yang tinggi dalam group Jeguk (kekayaan), tapi setiap malam ia merasa kesepian dan kehilangan wanita yang ia cintai. Kim Tan yang memeroleh cintanya (Cha Eun Sang) yang harus menunjukan kepada semua orang siapa ia sebenarnya. Ia rela melepaskan segala yang dimilikinya. kenapa?
karena seperti yang dikatakan Hyun Joo, bagi Kim Tan Eun Sang adalah dunianya (cinta). Sedangkan dunia Kim Won adalah group Jeguk (kekayaan).
Jejakku Jejakmu; Akan kah bertemu?
#
Seperti jejak-jejak kaki di pepasiran, berserak. tak tentu arah, tak beraturan. Akan kah jejakku jejakmu dapat bertemu? Berjalan saling menyejajari menuju jalan yang sama, rumah yang sama?
#
Percayalah,
kalau kita tak akan tersesat atau kesasar. Takdirlah yang menuntun jalan kita
untuk bertemu lagi. Kita hanya cukup memercayainya, seperti kita memercayai
bahwa Tuhan itu ada. Itu saja.
. pantai Pengandaran
19.11.14
The Heirs; Baju Couple
Jika Kim Tan & Eun Sang punya baju couple
saya juga punya
Jika baju Kim Tan Eun Sang dari California, saya dari Jogya.
sama-sama souvenir
sama-sama kaos oblong
sama-sama kaos oblong
Kamis, 04 Desember 2014
ombak
ombak putih berbuih di tengah lautan nan bebas. sebebas jiwaku. sebebas langkahku. meninggalkan jejak yang seketika dihempas gelombang. ada debur doa yang berhembus syahdu menuju langit-Mu nan biru. sebuah huruf. sebuah kata.
ya, bagaikan
buih ombak yang pecah di bibir pantai. Dapat kah rasa itu juga pecah di
bibirmu? agar ku bisa menggenggamnya erat dengan hatiku.
dari sini kukabarkan pada samudera yang tebentang luas
aku menunggumu.
aku menunggumu.
11.11.14
senja di atas kapal Kelud
Ending The Heirs; sederhana dan realita
Meski
banyak orang yang kecewa terhadap ending The Heirs, tapi menurut saya pribadi
ending tersebutlah yang terbaik. Ingat lo cerita ini kan tentang kehidupan anak
SMA yang tentunya memunyai dunia remaja seperti remaja pada umumnya tak peduli
mau kaya atau miskin, tetap saja sama. Dunia yang penuh dengan impian, rencana,
harapan, cita-cita, dan keinginan. Ya Cerita ini ditutup dengan kita mengetahui
apa impian Kim Tan.
Ingatkah
saat Kim Tan ulang tahun, ia cepat-cepat meniup lilinnya tanpa melakukan
permintaan. Sampai Nyonya Han protes.
Tapi sebenarnya Kim Tan uda menyebutkan apa permintaannya dalam hati. Ia bercerita kepada Cha Eun Sang bahwa ia menginginlan semua orang hidup berbahagia.
Mereka berdua sama-sama membayangkan bahwa sepuluh tahun kedepan semua orang yang mereka kenal hidup bahagia dan tersenyum. sebuah impian yang sederhana tapi indah penuh dengan ketulusan. ketulusan itulah yang akan membuat hati kita damai dan bahagia.
all smile....
tersenyumlah kim tan, choi young do, cha eun sang
berbahagialah kim tan cha eun sang
Jadi
mengingatkan saya pada masa SMA. Saya sering membayangkan akan seperti apa
kehidupan saya di masa depan, akan menjadi seperti apa saya, dan lain
sebagainya. Tapi itulah dunia remaja. Bukan kah impian terkadang membuat kita
bahagia dan menjadi sumber kekuatan di saat kita mulai mengutuk kehidupan yang
kejam ini. Seperti Cha Eun Sang yang mengutuk kehidupannya, iri terhadap
teman-temannya yang kaya. Padahal belum tentu orang kita lihat sempurna,
hidupnya akan sesempurna yang kita pikirkan.
Meskipun perjalanan mewujudkan impian itu tidaklah mudah, tapi seperti yang dikatakan Cha Eun Sang dan Kim Tan:
Cha
Eun Sang: kami bisa saja terjatuh lagi. Dan mungkin berlutut lagi. Tapi…
Kim
Tan: meski begitu kami akan berjalan maju…
benar-benar sebuah ending yang begitu sederhana, begitu realita...
sampai jumpai di drama berikutnya.... daaaaa......daaaaa......
Langganan:
Postingan (Atom)










